ALT_IMG

Do you know Green Computing?

Ya , memang kita mengetahui arti dari Green Computing itu dari segi teorinya saja , tetapi sudahkah anda menerapkan Green Computing pada kehidupan anda ? Jika belum , lakukanlah .. karena Green Computing bermanfaat bukan hanya untuk diri anda sendiri tetapi untuk orang lain , bahkan untuk kelestarian bumi kita ini .. Readmore...

ALT_IMG

Seberapa pentingkah DNS?

DNS yang merupakan singkatan dari Domain Name System , yaitu suatu layanan yang berfungsi untuk menterjemahkan penomoran IP Address menjadi Domain ataupun sebaliknya. Pentingkah DNS untuk kehidupan kita yang serba menggunakan internet ini ? Jika penasaran silahkan baca Artikel berikut ini .. Readmore..

Alt img

Mengaktifkan USB di VirtualBox

VirtualBox merupakan software virtualisasi yang OpenSource , dimana pemakaiannya bisa dibilang di Gratiskan hanya bermodalkan koneksi internet dan mengunduhnya langsung, tutorial ini dibuat bertujuan untuk membantu teman-teman yang kesulitan saat mengaktifkan USB Flashdisk di VirtualBox, dan untuk kali ini OS yang saya gunakan adalah Linux Ubuntu 10.10 . Lebih lengkapnya silahkan klik link berikut ini Readmore...

ALT_IMG

Perintah Dasar Linux

Bagi siapapun orang yang bersangkutan dengan linux , pastinya takut akan command linenya yang berbasis text , untuk itu saya posting perintah dasar linux ini agar para pembaca sekalian bisa mempelajari command dengan mudah dari basicnya. Mungkin postingan kali ini bisa mengubah asumsi pembaca kalian yang menganggap command line itu menyeramkan menjadi menyenangkan.. Readmore...

ALT_IMG

Apa sih Wifi ?

Untuk lebih memahami apa itu Wifi dan bagaimana kerjanya .. silahkan baca postingan berikut ini Readmore...

Friday, October 14, 2011

Perbedaan Unicast , Broadcast dan Multicast




    Unicast

Unicast adalah sebuah metode pengiriman data dimana data dikirimkan pada satu lokasi yang jelas , dan setiap lokasi yang menerima kemudian mengirimkan laporan penerimaan kepada pengirim. Disini, kualitas pengiriman data dapat dijamin, karena setiap kegagalan pengiriman akan diketahui oleh pengirim dan dapat melakukan pengiriman ulang. Sistem inilah yang secara umum digunakan pada sistem jaringan komputer saat ini. Analogi yang sesuai kasus di atas adalah, kartu ucapan lebaran dikirim dengan menggunakan jasa pengiriman tercatat kepada 1 alamat yang jelas. Apabila paket diterima, maka tanda bukti penerimaan akan diberikan kepada pengirim, sedangkan apabila paket tidak sampai, maka juga dilaporkan kepada pengirim.  Koneksi unicast adalah koneksi dengan hubungan one-to-one antara 1 alamat pengirim dan 1 alamat penerima.

     Broadcast
Broadcast adalah sebuah metode pengiriman data, dimana data dikirimkan ke banyak titik sekaligus, tanpa melakukan pengecekan apakah titik tersebut siap atau tidak, atau tanpa memperhatikan apakah data itu sampai atau tidak. Salah satu contoh penggunaan sistem ini adalah siaran televisi dan radio. Dimana stasiun siaran melakukan siaran terus menerus tanpa mempedulikan apakah ada pesawat televisi ataupun radio yang memonitor siaran tersebut. Analogi yang dapat digunakan adalah, kartu ucapan lebaran  dibagi-bagikan pada siapa saja yang lewat di sebuah jalan, tanpa mempedulikan siapa penerimanya. Pengiriman data dengan tujuan semua alamat yang berada dalam 1 jaringan. Aplikasi yang menggunakan metode ini akan mengirimkan ke alamat broadcast.

Multicast
Konsep multicast hampir sama dengan broadcast, dimana data dikirimkan kepada banyak titik sekaligus, namun perbedaannya adalah, titik tujuan dikelompokkan berdasarkan group-group tertentu melalui alamat groupnya. Hal ini akan mengakibatkan pengiriman menjadi lebih efektif dibandingkan broadcast namun dapat diterima jauh lebih banyak dibandingkan sistem unicast. Analoginya adalah, kartu ucapan lebaran dikirimkan secara besar-besaran kepada alamat tertentu yang merupakan target dari pengirim langsung ke alamat mereka. Pengiriman data dengan tujuan alamat group dalam 1 jaringan.     
Continue reading →
Saturday, August 27, 2011

Perintah Dasar GNU/Linux



Perintah-perintah (command) dasar di GNU/Linux di jalankan di suatu terminal shell yang biasa disebut terminal atau console. Terminal atau console ini dikenal dengan istilah Command Line Interface (CLI) yang bisa diaktifkan dengan cara klik menu Applications → Accessories → Terminal. Selain itu bisa juga dengan bekerja diconsole murni dengan menakan kombinasi tombol ctrl+alt+F1 dimana F1 bisa diganti sampai F6. Untuk kembali ke mode Grafical User Interface (GUI) tekan ctrl+alt+F7.
Berikut ini hanya beberapa command yang umum terdapat di setiap distribusi GNU/Linux khususnya distribusi Ubuntu.
  • addgroup
Fungsi : Untuk menambahkan grup pada sistem operasi.
Format :
addgroup nama_grup
  • apropos
Fungsi : Untuk mencari perintah pada sistem operasi yang mempunyai fungsi yang sama.
Format :
apropos nama_perintah
  • apt-get
Fungsi : Untuk meng-install aplikasi / paket yang kita inginkan ke dalam sistem operasi Ubuntu.
Format :
apt-get install nama_paket
  • aptitude
Fungsi : Untuk meng-install aplikasi / paket yang kita inginkan ke dalam sistem operasi Ubuntu tetapi aptitude ini membawa dan menginstall paket dependensi suatu software.
Keterangan : Perintah aptitude memiliki fungsi yang sama dengan apt-get
Format :
aptitude install nama_paket
  • at
Fungsi : Perintah yang berhubungan dengan koordinasi perwaktuan.
Format :
at
  • login
Fungsi : Untuk masuk ke dalam jaringan .
Keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai sendiri (ID).


  • password
Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga kerahasiaan, pengetikan tombol password tidak ditampilkan di layar.


  • login
Fungsi : Untuk membuat atau mengubah kata sandi .


  • who
Fungsi : Untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login).


  • finger
Fungsi : Finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who, hanya saja finger menyediakan informasi identitas user yang lebih lengkap dari ada who.


  • logout
Fungsi : Untuk keluar dari sistem atau mengakhiri satu sesi login .
Keterangan : Bila pemakai akan mengakhiri penggunaan terminal sebaiknya menjalankan perintah ini, agar hak akses pada log in-nya tidak disalahgunakan oleh orang lain yang tidak berhak.


  • exit
Fungsi : Untuk keluar dari sistem .
Keterangan : Sama dengan perintah log out.


  • whoami
Fungsi : Untuk mengetahui user siapa yang digunakan sedang login di suatu komputer/terminal.
Keterangan : Digunakan bila menemukan terminal yang belum logout atau exit dan ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut diaktifkan.


  • date
Fungsi : Menunjukkan atau mengatur tanggal.


  • cal
Fungsi : Mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999.


  • ls
Fungsi : Menampilkan daftar file dalam directori aktif.
Keterangan : Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai direktori dan file. Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option –l, yang akan menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang ditampilkan.
Option-option yang disediakan :
-a : Tampilkan semua file di direktori termasuk isian.
-o : Tampilkan hanya nama direktori
-g : Cetak ID kelompok hanya untuk bentuk panjang
-I : Cetak nomor untuk setiap pemakai
-l : Tampilkan seluruh file secara lengkap
-o : Cetak ID pemakai (bila pemakai –1)
-r : Ubah urutan pengaturan nama file yang telah disusun
-t : Atur nama file berdasarkan waktu modifikasi terakhir, tidak berdasarkan nama
-o : Atur nama file berdasarkan waktu akses terakhir.
Untuk option nama, bila “nama” merupakan sebuah direktori, perintah itu mencetak informasi yang diminta dengan pilihan (option) bagi semua file dalam directori. Bila “nama” sebuah file, maka hanya informasi file bersangkutan yang dicetak.


  • chmod
Fungsi : Mengubah perizinan suatu direktori/file.
Format :
chmod 777 nama_file


  • clear
Fungsi : Bersihkan layar, (sama dengan perintah CLS di DOS) .
Format :
clear
Atau bisa juga tekan kombinasi tombol ctrl+D


  • cmp
Fungsi : Membandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.
Format :
cmp file1 dan file2
Keterangan : Perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut identik (sama persis).


  • cp
Fungsi : Menggandakan file1 menjadi file2.
Format :
$ cp file1 file2 	→  menyalin file1 ke file2 
Misalnya :
$ cp coba3 /home/syarif/nsmail →  menyalin file coba3 ke direktori lain
Keterangan : Perintah cp akan menyalin satu file ke file lain atau meng-copy satu file atau lebih ke sebuah direktori.


  • rm
Fungsi : Menghapus file.
Format :
rm nama-file
atau
rm /path_file_berada


  • mv
Fungsi : Memindahkan letak suatu file atau bisa juga buat rename nama file.
Format :
$ mv file1 file2 	→  Renama file1 menjadi file2
Atau
$ mv coba3 /home/syarif/nsmail →  Memindahkan file coba3 ke direktori lain
Keterangan : mv akan memindahkan satu file ke file lain atau memindahkan satu file atau lebih, ke sebuah direktori.


  • cat
Fungsi : Menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE pada DOS). Cat berfungsi untuk mencetak ke layar monitor isi dari sebuah file text. Jika file dililihat menggunakan perintah ini bukan file text maka akan keluar karakterkarakter aneh pada layar.. Untuk menghindari tercetaknya karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan perintah cat –v.


  • more
Fungsi : Menampilkan isi text file per layar.
Format :
more nama-file
Keterangan : Dengan perintah ini isi file dapat ditampilkan perlayar sehingga dapat diperiksa secara detail. Tekan spasi untuk melihat isi file di layar berikutnya.


  • history
Fungsi : Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya.
Format :
history


  • wc
Fungsi : Menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu file .
Format :
wc nama-file


  • man
Fungsi : Singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan halaman manual untuk semua perintah UNIX. Perintah ini sangat bermanfaat bagi setiap pemakai UNIX karena dapat membantu mengingat kembali perintah-perintah UNIX.
Format :
man nama-perintah


  • grep
Fungsi : Mencari isi suatu file di sembarang directori.
Format :
grep –n ‘nama-file’ di-direktori
Keterangan : Perintah grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris tertentu, di dalam sembarang direktori pada semua file. Grep sangat berguna untuk menemukan kata tertentu dalam beberapa dokumen atau mencari adanya sebuah variable dalam sekelompok program.
Misalnya :
grep –n ‘shutdown’ /etc/*.


  • mkdir
Fungsi : Membuat direktori.
Format :
mkdir nama-direktori
Misalnya :
~$ mkdir coba1 coba2 coba3 (membuat 3 direktori sekaligus)
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah MD (make direktori)


  • rmdir
Fungsi : Menghapus direktori yang kosong .
Format :
rmdir nama-direktori
Atau
~$ rmdir coba1 coba2 coba3 (menghapus 3 direktori sekaligus)
Jika directori yang dihapus tidak ada maka akan ditampilkan pesan.
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah RD (remove direktori).


  • pwd
Fungsi : Menunjukkan direktori aktif.
Format :
pwd


  • cd
Fungsi : Masuk ke lokasi direktori tertentu.
Format :
cd path-direktori
Contoh :
~$ cd /etc , maka akan pindah ke direktori etc


  • adduser
Fungsi : Menambahkan user baru di sistem.
Format :
adduser nama-user


  • ps
Fungsi : Digunakan untuk memonitor informasi tentang proses yang aktif dalam sistem UNIX.
Format :
ps -aux


  • kill
Fungsi : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan.
Format :
kill id-proses
Keterangan : Id proses dapat dilihat pada kolom PID pada keluaran perintah ps -aux diatas.


  • &
Fungsi : Menjalankan program di belakang layar (multitasking).
Format :
& nama-program


  • bc
Fungsi : Perintah bc dapat digunakan sebagai calculator.
Keterangan : Fasilitas ini tidak ada pada versi UNIX standar.


  • pr
Fungsi : Mencetak isi file ke printer.
Format :
pr nama-file > /dev/lp0


  • write pemakai [tty]
Fungsi : Mengirim pesan ke pemakai yang sedang login.
Keterangan : Write akan membuat hubungan dari keyboard ke layar pemakai yang ditentukan. Apa saja yang diketikkan dari keyboard akan tampak di layar penerima.


  • mesg [pilihan]
Fungsi : Menolak pesan dari pemakai lain.
Keterangan : Anda dapat juga menolak pesan yang dikirim dengan memakai perintah write. Perintah ini tidak dapat menolak ijin bagi super user untuk mengirim pesan.


  • mail [penerima]
Fungsi : Mengirimkan dan membaca pesan berupa surat.
Keterangan : Mail adalah sebuah program pengiriman elektronik yang mengirimkan pesan ke user lain atau membaca pesan dari user lainnya.


  • wall
Fungsi : Pengiriman pesan oleh super user.
Keterangan : Bagi super user, sistem operasi UNIX menyediakan pengiriman pesan keseluruhan pemakai yang sedang log in saat itu dan perintah ini hanya dapat dilakukan oleh super user.




Tulisan diambil dari Ebook Versi 1.0 Ubuntu-Indonesia.Com
Penulis Asli : ondedark
Bahasan Bab IV Ebook
Continue reading →

Jenis Partisi GNU/Linux Ubuntu



Dilingkungan GNU/Linux dan sistem komputer umumnya dikenal tiga jenis partisi yaitu:

Partisi Primary

Jenis partisi ini merupakan jenis partisi utama diharddisk untuk system operasi umumnya. Partisi primary hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi, hal ini sangat berbeda dengan sistem DOS yang hanya mengijinkan satu jenis partisi primary untuk system. Jenis partisi ini menempati nomor partisi 1, 2, 3 dan 4. Misalnya harddisk sda bisa dibuat sda1, sda2, sda3 dan sda4.

Partisi Extended

Merupakan partisi perluasan untuk mengatasi kekurangan partisi primary dimana hanya dimunkinkan adanya 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari 4 maka partisi extended dibutuhkan yaitu dengan cara mengorbankan satu jenis partisi primary kemudian digunakan oleh partisi extended. Didalam partisi extended ini nantinya dibuat partisi logical untuk mendapatkan partisi yang lebih banyak.
Partisi extended tidak dapat digunakan menyimpan data. Partisi jenis ini selalu menempati nomor partisi +1 dari partisi primary. Misalnya ada 2 jenis partisi primary di harddisk sda maka posisi partisi extended adalah sda3.

Partisi Logical

Jenis partisi logical selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi selalu mulai dari 5 sampai seterusnya. Misalnya ada 3 jenis partisi logical di sda maka masing-masing menempati sda5, sda6 dan sda7. Pada penjelasan diatas digunakan jenis harddisk SCSI dimana harddisk SATA termasuk jenis ini di Ubuntu. Penamaan harddisk IDE tidak dibahas disini karena Ubuntu membaca harddisk sebagai SCSI.


Perbandingan tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows

Terpaksa harus membahas jenis partisi DOS/Windows dengan asumsi kebanyakan dari kita sudah terlanjur dari lingkungan tersebut. So enjoy sajalah.


Tabel Partisi GNU/Linux

Tabel Partisi GNU/Linux
Contoh kasus harddisk posisi sda.
- Partisi Primary ada 3 yaitu sda1, sda2 dan sda3
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda4 (bawah sda5, sda6, sda7)
- Partisi logical ada 3 yaitu sda5, sda6 dan sda7


Tabel Partisi DOS/Windows

Tabel Partisi DOS/Windows

Contoh kasus harddisk yang dibuat dari DOS/Windows.
- Partisi Primary ada 1 yaitu drive C
- Partisi Extended tidak terdefinisikan di abjad
- Partisi logical ada 3 yaitu drive D, drive E dan drive F
Jika diterjemahkan ketabel partisi GNU/Linux informasinya sebagai berikut:
- Partisi Primary ada 1 yaitu sda1
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda2
- Partisi logical ada 3 yaitu sda5, sda6 dan sda7
Perbedaan utama antara tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows terletak pada jumlah partisi primary yaitu system DOS/Windows hanya memiliki satu jenis partisi primary sedangkan GNU/Linux bisa 4 jenis partisi primary.


Alokasi Partisi Ubuntu

Setelah mengenal jenis partisi di GNU/linux harusnya membaca tabel partisi sudah ada gambaran umum dan itu merupakan bekal agar anda tidak kehilangan data ketika melakukan partisi saat proses instalasi Ubuntu. Sangat disarankan sebelum melakukan partising sebaiknya dan seharusnya data-data penting diharddisk dibackup kemedia lain semisalnya CD/DVD untuk menghindari kehilangan data yang banyak dialami oleh pemula.
Untuk proses instalasi Ubuntu, dibutuhkan minimal dua partisi kosong untuk alokasi partisi yaitu partisi / (baca root) dan swap.
/
Merupakan partisi system utama Ubuntu, mudahnya jika anda menginstall Windows maka / adalah drive C. Untuk space Ubuntu desktop direkomendasikan 4GB dengan asumsi untuk system saja.
Swap
Merupakan partisi yang disiapkan sebagai cadangan ketika memory komputer full maka sebagian pekerjaan dialihkan ke swap ini. Swap secara teori 2xspace RAM. Ini berlaku saat RAM maksimal 512MB, jaman sekarang 1024MB untuk swap sudah termasuk besar sekali.
Dengan kedua partisi diatas maka Ubuntu sudah memenuhi kriteria untuk diinstall dikomputer masing-masing. Berikut tabel partisinya..
Partisi Ubuntu

Kedua partisi menggunakan jenis partisi primary.
sda1	 		swap
sda2	mount point	/
Pertanyaan berikutnya drive D buat data di Ubuntu mana?
Dasar Windows minded.. :)

Jika kebutuhan anda senang dengan membangi-bagi partisi sesuai kegunaannya di Ubuntu bahkan lebih fleksibel. Setiap direktori dibawah / misalnya /boot, /home, /var dan lainnya bisa dibuatkan partisi sendiri. bahkan anda bisa membuat partisi /data sendiri. Yang perlu diperhatikan hanyalah mount point dari masing-masing partisi.
Mount Point adalah titik mount yaitu partisi dikaitkan dipoint tertentu seperti /data, /media/cdrom dan sejenisnya.
Misalnya saya membutuhkan partisi sendiri untuk /home dan /data, dimana /home dialokasikan untuk mengamankan data-data user dan /data digunakan untuk menyimpan data-data yang bisa diakses oleh semua user. Untuk lebih jelaskan saya buatkan tabel partisi seperti dibawah ini.
Partisi costomize

Semua partisi menggunakan jenis partisi primary.
sda1			swap
sda2	mount point	/
sda3	mount point	/home
sda4	mount point	/data
Untuk besar space alokasi partisi sesuai kebutuhan saja, tidak ada patokan khusus yang direkomendasikan.
Dua contoh diatas kondisinya jika harddisk semua dialokasikan untuk Ubuntu. Bagaimana jika saya ingin Windows tetap ada? :-) Jawabannya sangat mudah, korbankan sebagian space harddisk anda untuk ditempati ubuntu. Umumnya komputer Windows terdiri dua partisi yaitu C dan D. Jika ada partisi E maka lebih baik mengorbankan partisi tersebut jika spacenya cukup besar partisi E yang diresize. Kesimpulannya gunakan partisi logical terakhir untuk menginstall Ubuntu jika anda masih sayang sama Windows. Seperti contoh kasus dibawah ini..
Partisi Windows & GNU/Linux

Untuk alasan fleksibelitas korbankan sebagian space partisi D untuk Ubuntu dengan cara rezise partisi menggunakan disk manajemen bawaan windows ataupun software semisal partition magic. Tabel partisi yang terbentuk nantinya sebagai berikut:
Partisi Windows & GNU/Linux

Keterangan tabel partisi.
sda1	C Windows
sda2	Extended
sda5	D Windows
sda6	swap
sda7	/


Menyiapkan Partisi untuk Ubuntu

Pembahasan point 1, 2 dan 3 diatas sebagai pengantar teori saja agar anda bisa memahami partisi yang ada dikomputer sendiri. Konsepnya sangat sederhana, siapkan satu partisi kosong untuk membuat partisi yang akan ditempati swap dan / yang akan dibuat saat proses instalasi Ubuntu.
Pilihan menggunakan aplikasi manajemen partisi apapun kembali kepilihan masing-masing karena harus dieksekusi di Windows sebagai wilayah kerja anda saat ini. Jika disk manajemen bawaan Windows yang anda install tidak mendukung resize partisi saya pribadi menggunakan EASEUS Partition Master yang versi Home Edition. Jenis ini free digunakan sampai tulisan ini dibuat.
Partisi Windows Yang Telah Dikosongkan

Kosongkan saja partisi untuk Ubuntu seperti gambar diatas. Selanjutnya anda bisa menginstall Ubuntu yang nantinya ditempatkan dipartisi kosong tersebut. Jika anda ingin mencoba menggunakan aplikasi manajemen partisi bawaan Ubuntu (Gparted) di mode live CD yang dibahas di bagian Instalasi Ubuntu Desktop 10.04 LTS.



Baris ini jangan diedit!
Tulisan diambil dari Ebook Versi 1.0 Ubuntu-Indonesia.Com
Penulis Asli : Sudoers
Bahasan Bab I Ebook
Continue reading →
Friday, August 26, 2011

Mengaktifkan USB di VirtualBox Ubuntu 10.10 (Meerkat Maverick)


      Virtualbox merupakan software virtualisasi yang dapat membantu kita untuk mencoba suatu sistem operasi tanpa harus menginstall ulang OS yang ada dikomputer kita. Saya tidak akan membahas secara detail tentang VirtualBox ini , tetapi ada hal mengganjal dihati saya saat menggunakan virtualbox ini, yaitu belum aktifnya fitur USB di Virtualbox ini, sehingga kita harus mengaktifkannya dulu secara manual ..

Disini saya menggunakan Virtualbox v4.0.8 di Linux Ubuntu 10.10 ,sebelum mengikuti cara ini kita harus mendownload paket yang diharuskan agar fitur USB dapat digunakan .. download di link berikut ini Virtualbox Extensions ,Berikut cara-caranya:
  1. Buka VirtualBox : Klik Applications > System Tools > Oracle VM VirtualBox ,selanjutnya buka menu File > Preferences.. Sama seperti pada gambar berikut ini :

2. Setelah terbuka , pilih Extensions lalu klik yang ditunjukan oleh panah , seperti pada gambar berikut ini:
 

  1. Setelah diKlik akan terbuka layar nautilus dan pilih lah file yang telah didownload tadi seperti pada gambar yang berikut ini:
  1. Setelah sudah di pilih , klik Open lalu pilih Install .
  1. Terdapat verifikasi License dari Virtualbox . Pilih I Agree.
  1. Jika berhasil akan ada tampilan seperti berikut ini
  1. Lalu pilih OK dan OK untuk keluar dari menu Settings. Setelah itu masuk ke menu System > Administration > Users and Groups > Manage Groups > pilih 'vboxusers' > properties.
8, Setelah di pilih vboxusers dan properties dan centang user yang anda pakai lalu OK.
  1. Selanjutnya kita akan bermain di terminal. Buka terminal ,cara kilat tekan CTRL + ALT + T
    ikut perintah berikut ini :
Jika sudah terbuka text editornya . Maka gantilah MODE=0666 menjadi MODE=0644
OWNER=(user login yang anda pakai) . Jika selesai save dengan CTRL + S.
  1. Selanjutnya buka Virtualbox tadi dan setting OS yang akan digunakan , disini kita menggunakan Win**ws XP . Lalu aktifkan fitur USB nya dengan cara klik kanan pada Windows XP pilih Settings / CTRL + S .
  1. Pilih USB dan berikut yang harus diatur, Enable USB 2.0 (E_HCI) Controller
    ,pada bagian bawahnya buat new filter , caranya klik icon samping kanannya ( usb berwarna biru ) lalu OK .
  1. Setelah Wind**s XP virtual sudah dijalankan klik menu bar yang ada dipojok kanan bawah virtualbox .. seperti gambar dibawah ni.. lalu klik deh ..
    13. Akhirnya setelah melewati berbagai proses USB bisa terdetect di virtualbox .. selamat bagi anda yang sudah berhasil , bagi yang belum silahkan coba lagi .. :D



Semoga Tutorial ini bermanfaat . Mohon maaf jika ada salah – salah kata atau teknik yang terlalu panjang :) maklum masih belajar .hehe
klo ada pertanyaan silahkan koment or email ke irwandhi.septian@gmail.com ,thanks ..

Wassalamualaikum WR WB ..

Download Versi Cetak


Continue reading →
Thursday, August 25, 2011

Burning di Terminal

ternyata banyak yang bisa di lakukan di terminal ..kmarin saya berbagi tentang maenin lagu di terminal ..sekarang kita coba ngburning file di terminal..

sebelumnya mungkin siapkan dulu file yang dibutuhkan ..
nama paket yang di butuhkan itu bernama bashburn-3.0.1.tar.gz

bisa di cari mungkin di google university .. ^^


langsung mabro ..
kita ekstrak file tersebut
root@Maximum:/media/Repo/HIBURAN/game# tar xvfz BashBurn-3.0.1.tar.gz
root@Maximum:/media/Repo/HIBURAN/game# ls
3.0.1  BashBurn-3.0.1.tar.gz
root@Maximum:/media/Repo/HIBURAN/game#cd 3.0.1
root@Maximum:/media/Repo/HIBURAN/game/3.0.1# ls
bashburn_man  burning  convert  docs  Install.sh  Makefile  misc
BashBurn.sh   config   deb      func  lang        menus     rpm
nah tinggal install deh .. caranya gampang tinggal menggunakan perintah    

root@Maximum:/media/Repo/HIBURAN/game/3.0.1# ./Install.sh


 habis itu kita tinggal pake aja deh buat burning atau fasilitas lain yang ada di situ ..untuk lengkapnya selanjutnya anda praktekan sndiri deh .. cz saya baru pengen nyoba jga..wkwkwk ngakak

untuk masuk ke aplikasi bashburn
root@Maximum:/media/Repo/HIBURAN/game/3.0.1# bashburn
Continue reading →

Memainkan Lagu di Terminal Linux




share informasi sedikit ..

maenin lagu d terminal linux ...
langsung aja mabro ...

install paket yang di butuhin ..yaitu : moc


root@Maximum:~# aptitude install moc

tinggal maenin deh lagunya di terminal ..
cukup ketik

root@Maximum:~# mocp

untuk bantuan nya bisa ketik

root@Maximum:~# mocp -h

ni SS nya om ...








terima kasih ... hihi
Continue reading →

Mengubah manual page di terminal Linux menjadi format .pdf



Langsung aja yahhh bangga ...
caranya : masuk sebagai root,
lalu ketik man -t (perintah atau command yang ingin diubah ke pdf) | pdf2ps – (perintah atau command yang ingin diubah ke pdf).pdf

misalnya w pengen print manual page dari perintah ifconfig dlm bntuk pdf ...begini :


~#man -t ifconfig | pdf2ps – ifconfig.pdf

outputnya ada di directory tempat anda aktif ...
misalkan anda ada di #root@Maximum:/home#

berarti output berada di directory /home
jika anda bingung ada di directory mana gunakan perintah "pwd" ...

atau bisa dengan perintah seperti ini agar file diarahkan ke directory tertentu :

~#man -t ifconfig | pdf2ps - /home/easy2study/Document/ifconfig.pdf

cuma pengen share...maaf klo repost Ketawa
semoga bermanfaat....

trimakasih hore hore hore
Continue reading →